Selasa, 11 Januari 2011

KAHURIPAN - JANGGALA& PANJALU


P. CUNGRANG (929)
= RAKYAN SRI MAHAMANTRI DAN RAKYAN SRI PRAMESWARI SRI WARDHANI PU KBI MENETAPAKAN DESA CUNGGRANG SEBAGAI SIMA  DENGAN PENGHASILAN PAJAK SENILAI 15 SUWARNA (EMAS) DAN SENILAI KERJA BAKTI  2 KUPANG , DAN KATIK … ORANG DIPERSEMBAHKAN BAGI PEMUJAAN SANG HYANG PRASADA SILUNGLUNG SANG SIDHA DEWATA RAKYAN BAWANG, AYAH RAKYAN BINIHAJI SRIPAMESWARI DYAH KEBI =
P. LINGGASUTAN (929)
= RAJA PU SINDOK  MEMERINTAHAKAN AGAR DESA LINGGASUTAN  YANG TERMASUK WILAYAH RAKYAN  HUJUNG DIJADIKAN DESA SIMA YANG DIPERSEMBAHKAN KEPADA BHATRA DI WALANDIT =
P. GULUNG – GULUNG  (929)  
= RAKRYAN HUJUNG  YANG BERNAMA PU MADHURALOKARANJANA MENGAJUKAN PERMOHONAN KEPADA RAJA PU SINDOK UNTUK MENETAPKAN SAWAH DI DESA GULUNG – GULUNG DAN  HUTAN DI BANTARAN SEBAGAI DAERAH  SIMA YANG DIPERSEMBAHKAN KEPADA  SANG HYANG KAHYANGAN DI PANGARAN =
P. JRU –JRU (930)
PERMOHONAN RAKYAN HUJUNG  KEPADA RAJA PU SINDOK UNTUK MEMBERIKAN STATUS SIMA PADA DESA JRU -  JRU
P. WAHARU IV (931)
“PENDUDUK DESA WAHARU MENDAPAT ANUGRAH DARI SRIMAHARAJA  PU SINDOK ATAS JASANYA IKUT BERUSAHA MEMENANGKAN PEPERANGAN SANG  RAJA MEMBUNUH MUSUH - MUSUHNYA DENGAN MENGERAHKAN SENJATA , MENGIKUTI BALATENTARA SAMBIL MEMBAWA PANJI – PANJI DAN BUNYI- BUNYIAN”
P. SUMBUT (933)
= PU SINDOK TELAH MEMBERI ANUGRAH SIMA DESA SUMBUT KEPADA SANG MAPANJI  JATU IRENG , YANG TELAH BERJASA IKUT MENGHALAU MUSUH BERSAMA PENDUDUK AGAR RAJA DAPAT LANGGENG DUDUK DI SINGGASANA =
n  P. WULIG (935)
=DIBUAT ATAS PERINTAH  RAKRAN BINIHAJI RAKRYAN MANGIBIL  AGAR PARA PENDUDUK DESA WULIG, PANGIKETAN, PADI,PANGIKETAN, PANGHAWARAN DAN BUSURAN MEMBUAT BENDUNGAN, DENGAN PERINGATAN BAHWA IKANNYA HANYA BOLEH DI AMBIL PADA WAKTU SIANG HARI =
n  P. ANJUKLADANG (937)
=RAJA PU SINDOK TELAH MEMERINTAHKAN AGAR TANAH SAWAH KAKATIKAN DI ANJUKLADANG DIJADIKAN DAERAH SIMA DAN DIPERSEMBAHKAN KEPADA BHATRA  DI SANG HYANG PRASADA KABHAKTYAN DI SRI JAYAMERTA, DHARMA DARI SAMGAT ANJUKLADANG =
( CASPARIS : ADANYA SERANGAN DARI NEGERI MALAYU, PU SINDOK BERHASIL MENGHALAU DAN KARENA ITU DIA DIANGKAT JADI RAJA )
  • KRONIK DINASTI SUNG (992)
=DATANG UTUSAN DARI SHE-P`O KE CINA PADA TAHUN 992. RAJANYA DISEBUT HSIA-CHIH-MA-LO-YEH ( SRI MAHARAJA), ISTRI RAJA DISEBUT  LO-CHIEN-SO-P`O-LI (RAKYAN SRI {PRAME} SWARI. DIKATAKAN PULA NEGARANYA SEDANG BERMUSUHAN DENGAN SAN FU CH`I ( SRIWIJAYA)=
  • SRIWIJAYA
=UTUSAN SAN FU CH`I DATANG TAHUN 988 DAN PULANG TAHUN 990. TAPI KEMUDIAN TERTAHAN DI KANTON KARENA MENDENGAR BAHWA KERAJAAN DISERANG TENTARA SHE-PO. DARI KANTON TAHUN 992 MENCOBA BERLAYAR KE CAMPA, TETAPI  KARENA BELUM ADA BERITA YANG MENGGEMBIRAKAN IA KEMBALI KE CINA UNTUK MEMINTA SURAT KAISAR =
  • ANALISIS L.C.DAMAIS
SERBUAN JAWA TERSEBUT KEMUNGKINAN BESAR PADA MASA PEMERINTAHAN DHARMAWANGSA TEGUH. DAN EKSPEDISI TERTULIS DALAM   P HUJUNG LANGIT DI SUM-SEL TAHUN 997 YANG BERBAHASA JAWA KUNO
  • KITAB WIRATAPARWA
(996)
SALINAN DALAM BAHASA JAWA KUNO DARI YANG ASLI SANSEKERTA.
“ … SEORANG RAJA BERNAMA SRI DHARMAWANGSA TEGUH ANANTAWIKRAMA “
NAMA TERSEBUT TIDAK DICANTUMKAN DALAM P. PUCANGAN
  • P SIRAH KETING (1204)
=RAJA JAYAWARSA (RAJA KEDIRI) MENYEBUT DIRINYA CUCU ANAK SANG APANJI WIJAYA
   MERTAWARDHANA, YANG KEMUDIAN BERGELAS ABHISEKA SEBAGAI RAJA SRI ISANA DHARMAWANGSA TEGUH ANANTAWIKRAMOTTUNGGADEWA =
n  I PEBRUARI 1019
PENOBATAN AIRLANGGA MENJADI RAJA  KAHURIPAN DENGAN GELAR
  RAJA HALU SRI LOKESWARA DHARMAWANGSA AIRLANGGA ANANTAWIKRAMATTUGGADEWA
n  P. TURUNHYANG A (1036)
PENETAPAN DESA TURUN HYANG SEBAGAI DAERAH SIMA  KARENA PENDUDUK TELAH MEMBANTU RAJA AIRLANGGA  DALAM MENYINGKIRKAN DAN MENAKLUKAN MUSUH - MUSUHNYA
n  P CANE 1037
MENYEBUTKAN PUTRI AIRLANGGA YANG BERNAMA SRI SANGGRAMAWIJAYA DHARMAPRASADOTUNGGADEWI  DENGAN GELAH RAKRYAN MAHAMANTRI I HINO ( PUTRI MAHKOTA)
P. PUCANGAN /KALKUTA/PU GAWAT (1041)
TERDIRI DARI DUA BAGIAN
A.        SANSEKERTA
B.  JAWA KUNO
n  SANSEKERTA
=TIDAK LAMA SETELAH PERKAWINAN AIRLANGGA DENGAN PUTRI TEGUH, IBUKOTA KERAJAAN YANG SEKIAN LAMA MELEBIHI KEINDAHAN ISTANA DEWA INDRA, HANCUR MENJADI ABU . MAKA KARENA ULAH DEWI KALI ITU IA(AIRLANGGA) MASUK  HUTAN TANPA DIIRINGI HAMBA- HAMBANYA , KECUALI NAROTTAMA=
n  SANSEKERTA
TAHUN 1032 AIRLANGGA DENGAN TIADA GENTAR BAGAIKAN ULAR NAGA YANG MENYEMBURKAN API MENAKLUKAN DAERAH KEKUASAAN YANG DIPERINTAH OLEH SEORANG WANITA YANG KEKUATANNYA BAGAI RAKSASI
TAHUN 1035 MENYERANG KE SEBELAH BARAT DG TENTARA YANG TAK TERBILANG. TETAPI BARU TAHUN 1037 RAJANYA YG BERNAMA WIJAYAWARMMA DAPAT DITANGKAP.
BULAN KARTIKA TAHUN 959 SAKA ( 10 NOPEMBER 1037) SETELAH DAPAT MENAKULKAN MUSUH – MUSUHNYA DI SEGALA PENJURU MAKA DIA DUDUK DISINGGASANA DAN MELETAKKAN KAKINYA DI  ATAS  KEPALA MUSUH – MUSU HNYA .MALAKSANAKAN NAZARNYA MENDIRIKAN  PERTAPAAN  DI GUNUNG PUGAWAT ( PUCANGAN)
n  JAWA KUNO
=SEBAB-SEBAB RAJA DHARMAWANGSA AIRLANGGA ,MENETAPKAN DESA BARAHEM, PUCANGAN DAN BAPURI  MENJADI SIMA UNTUK PERTAPAAN PARA RESI. HAL ITU MERUPAKAN NAZAR SRI BAGINDA PADA WAKTU JAWA MENGALAMI PRALAYA TAHUN 1017, PADA WAKTU HAJI WURA WARI DARI LWARAM MENYERANG ISTANA. SELURUH JAWA TAMPAK BAGAI LAUTAN. BANYAK PEMBESAR MENINGGAL ANTARA LAIN SRI MAHARAJA ( DHARMAWANGSA TEGUH)  YANG KEMUDIAN DICANDIKAN DI DHARMA PARAHYANGAN DI WWTAN
n  JAWA KUNO
   WAKTU SERANGAN IA BERUSIA 16 TAHUN , MESKIPUN BELUM MAHIR BERPERANG KARENA PENJELMAAN WISNU MAKA IA TIDAK DAPAT DIBINASA OLEH KEKUASAAN MAHAPRALAYA. MAKA IA TINGGAL DI HUTAN DILERENG GUNUNG DG DITEMANI BADI SETIA  NAROTTAMA. SELAMA DI HUTAN TIDAK PERNAH MELUPAKAN PEMUJAAN KEPADA DEWA- DEWA, OLEH KARENANYA PADA TAHUN 1019 IA DIRESTUI OLEH GURU PRNDETA SYIWA, BUDHA DAN MAHABRAHMNA SEBAGAI RAJA  DENGAN  GELAR RAJA HALU SRI LOKESWARA DHARMAWANGSA AIRLANGGA ANANTAWIKRAMATTUGGADEWA=
n  P. PANDAN (1042)
  MENYEBUT NAMA SRI SAMARAWIJAYA DHARMASUPARNNAWAHANA TEGUH UTTUNGGADEWA  DENGAN GELAR RAKRYAN MAHAMANTRI I HINO
n  P. GANDHAKUTI
(24 NOPEMBER 1042)
DIKELUARKAN OLEH  AJI PADUKA MPUNGKU SANG PINAKACATRANING BHUWANA (GELAR AIRLANGGA SETELAH MENJADI PENDETA) YANG TELAH MEMBELI SEBIDANG TANAH DI DESA KAMBANG SRI KEMUDIAN MENEMPATKAN ANAKNYA DI BANGUNAN SUCI ATAU PERTAPAAN DENGAN TETAP MEMILIKI HAK – HAK SEBAGAI PUTRA RAJA.
n  P. PAMWATAN
( 19 DESEMBER 1042)
AIRLANGGA  YANG TELAH MENGUNDURKAN DIRI MENJADI PENDETA SEBULAN KEMUDIAN KEMBALI MEMEGANG PEMERINTAHAN
P. SINDANGREJO (1043)
AIRLANGGA  MENJALANKAN PEMERINTAHAN  DENGAN  SRI SANGGRAMAWIJAYA DHAMOPRASDOTUNGGADEWI  SEBAGAI RAKRYAN MAHAMANTRI I HINO
n  P. TURUNHYANG  B (±1044)
MENGGUNAKAN CAP GARUDAMUKHA :
=MEMPERINGATI PEMBERIAN ANUGRAH KEPADA PENDUDUK DESA TURUN HYANG KARENA TELAH MEMBANTU RAJA MAPANJI GARASAKAN DALAM PEPERANGAN  MEMISAHKAN DIRI DARI HAJI PANGJALU= 
n  P. KAMBANG PUTIH
CAP GARUDA MUKHA:
MENYEBUT NAMA
MAPANJI GARASAKAN 
n  P. MALENGA (1052)
MENGGUNAKAN CAP GARUDAMUKHA:
=PENGANUGRAHAN KEPADA PENDUDUK DESA MALENG , KARENA TELAH MEMBANTU RAJA HAJI GARASAKAN DALAM PEPERANGAN MELAWAN HAJI LINGGAJAYA=
n  P. BANJARAN  (1052)
CAP  GARUDAMUKHA
= PENGANUGRAHAN KEPADA SAMYA HAJI DI BANJARAN KARENA TELAH MEMBANTU RAJA MAPANJI ALANJUNG AHYES MAKOPUTADHANI SRI AJNAJABHARITAMAWAKANA PASUKALA NAWANAMANNINDDHITA SASATRAHETAJNADEWATI DALAM USAHANYA MEREBUT KERAJAAN JANGGALA
n  JAWA KUNO
N   1030 AIRLANGGA MENYERANG WURATAN – RAJA WISNUPRABAWA
N  1030 MENYERANG LEWA -HAJI WENGKER
N  1030 MENAKLUKAN DAERAH HASIN ( P. BARU )
N  1031 ANAKNYA (PENERUS WENGKER ) DAPAT DIKALAHKAN
N  1032 MENGALAHKAN HAJI WURA-WARI DAN PERISTIWA INI DIIBARATKAN MUSNAHNYA PERUSUH ( HANITU = MAKHLUK HALUS YANG JAHAT) DI TANAH JAWA.
N  1035 MENUMPAS PEMBERONTAKAN HAJI WENGKER
P. SUMENGKA (1059 M)
MENGGUNAKAN CAP GARUDAMUKHA DENGAN TAMBAHAN JANGGALANCANA :
= PENGANUGRAHAN KEPADA PENDUDUK DESA SUMENKA YANG TELAH MEMBANTU  SRI MAHARAJA SRI  SAMAROTSAHA KARNNAKESANA RATNASANGKHA KIRTISNGHA JAYANTAKA TUNGGADEWA MENJAGA TAKHTA JANGGALA =

KEHIDUPAN MANUSIA PURBA

A.    Perkembangan Sosial, Ekonomi, dan Budaya Manusia Purba di Indonesia
1.     MASA BERBURU DAN MERAMU (food gathering)/MENGUMPULKAN MAKANAN
a)     Kehidupan Sosial
·  Pada masyarakat food gathering, mereka sangat menggantungkan diri pada alam. Dimana daerah yang mereka tempati harus dapat memberikan persediaan yang cukup untuk kelangsungan hidup. Oleh karena itu mereka selalu berpindah-pindah.
Sebab mereka hidup berpindah-pindah adalah sebagai berikut:
a.      Binatang buruan dan umbi-umbian semakin berkurang di tempat yang mereka diami.
b.      Musim kemarau menyebabkan binatang buruan berpindah tempat untuk mencari sumber air yang lebih baik.
c.       Mereka berusaha menemukan tempat dimana kebutuhan mereka tersedia lebih banyak dan mudah diperoleh.
·  Mereka masih hidup mengembara. Tempat tinggal sementara di gua-gua. Ada pula kelompok yang tinggal di daerah pantai
·  Mencari makanan berupa binatang buruan dan tumbuh-tumbuhan liar di tepi sungai atau danau. Mereka mencari kerang sebagai makanannya.
·  Mereka hidup dalam kelompok-kelompok kecil untuk memudahkan pergerakan dalam mengikuti binatang buruan/ mengumpulkan makanan.
·  Dalam kelompok-kelompok tersebut terdapat pembagian tugas kerja. Laki-laki pada umumnya melakukan perburuan. Sementara itu, para wanita mengumpulkan bahan makanan seperti buah-buahan dan merawat anak. Mereka yang memilih dan meramu makanan yang akan di makan.
·  Hubungan antar anggota sangat erat, mereka bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan hidup serta mempertahankan kelompok dari serangan kelompok lain ataupun dari binatang buas.
·  Populasi pertumbuhan penduduk sangat kecil karena situasi yang berat, dengan peralatan yang masih sanagat primitif membuat mereka tidak dapat selamat dari berbagai bahaya.

b)     Kehidupan Ekonomi
v     Pada masa ini belum ada tanda-tanda adanya kehidupan ekonomi.
v     Pada masa ini untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka bekerjasama dalam kelompok (10-15 orang) untuk berburu dan mengumpulkan makanan. Sehingga kebutuhan hidup mereka dapat dipenuhi dengan cara mengambil apa yang ada di alam. Ketika persediaan makanan di suatu daerah sudah habis maka mereka akan berpindah dan mencari daerah lain yang menyediakan kebutuhan hidup mereka.
v     Memang pada akhir masa ini dapat diketahui bahwa asal kapak genggam dan alat-alat serpih serta alat-alat tulang berasal dari Asia. Namun belum ada bukti-bukti yang menunjukkan adanya tanda-tanda berupa alat penukar.

c)      Kehidupan Budaya
ü      Dengan peralatan yang masih sangat sederhana, mula-mula bisa membuat rakit, lama kelamaan mereka membuat perahu.
ü      Mereka belum mampu membuat gerabah, oleh karena itu, mereka belum mengenal cara memasak makanan, salah satunya yaitu dengan cara membakar.
ü      Mereka sudah mengenal perhiasan yang sanagat primitif yaitu dengan cara merangkai kulit-kulit kerang sebagai kalung.
ü      Untuk mencukupi kebutuhan hiudup mereka membuat alat-alat dari batu, tulang, dan kayu.
ü      Pada masa itu mereka memilih untuk tinggal di goa-goa. Dari tempat tersebut ditemukan peninggalan berupa alat-alat kehidupan yang digunakan pada masa itu, seperti:
-   Kapak perimbas, Kapak Penetak, Kapak genggam, Pahat genggam, Alat serpih, Alat-alat dari tulang, dll.

d)  Kepercayaan
      Pada saat itu masyarakat sudah mengenal kepercayaan pada tingkat awal. Mereka yakin bahwa ada hubungan antara orang yang sudah meninggal dan yang masih hidup.
      Mereka telah mengenal kepercayaan sistem penguburan sebagai bukti penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal. Hal ini terbukti dengan didirikan kuburan sebagai bukti penghormatan terakhir pada orang yang meninggal
      Hal ini menunjukkan bahwa telah muncul kepercayaan pada masa berburu dan meramu. Dengan penguburan berarti telah muncul konsep kepercayaan tentang adanya hubungan antara orang yang sudah meninggal dengan yang masih hidup.
      Manusia purba di Indonesia pada masa ini diperkirakan sudah mengenal bahwa jenazah manusia itu harus dikubur. Kesadaraan akan adanya kekuatan gaib di luar perhitungan manusia. Itulah yang menjadi dasar kepercayaan.

e)   Teknologi
Teknologi masa food gathering masih sangat rendah. Hampir semua alat-alat yang digunakan masih sangat sederhana sekedar untuk membantu pekerjaan mereka.

2.     MASA BERCOCOK TANAM (food Producing) dan berternak
a)     Kehidupan Sosial
  Kehidupan bercocok tanamnya dikenal dengan berhuma, yaitu teknik bercocok tanam dengan cara membersihkan hutan dan menanaminya. Setelah tanah tidak subur maka mereka akan berpindah ke tempat lain yang masih subur dan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Hal ini dilakukan secara berulang-ulang. Pada perkembangannya mulai menetapkan kehidupan bercocok tanam pada tanah-tanah persawahan
Telah tinggal menetap di suatu tempat, mereka tinggal di sekitar huma tersebut, dengan cara bercocok tanam dan memelihara hewan-hewan jenis tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa mereka telah hidup menetap Hal ini juga menunjukkan bahwa manusia telah dapat menguasai alam lingkungan.
Dengan hidup menetap, merupakan titik awal dan perkembangan kehidupan manusia untuk mencapai kemajuan. Dengan hidup menetap, akal pikiran manusia mulai berkembang dan mengerti akan perubahan-perubahan hidup yang terjadi.
  Jumlah anggota kelompoknya semakin besar sehingga membuat kelompok-kelompok perkampungan, meskipun mereka masih sering berpindah-pindah tempat tinggal.
  Populasi penduduk meningkat. Usia rata-rata manusia masa ini 35 tahun.
  Muncul kegiatan kehidupan perkampungan, oleh karena itu di buat peraturan, untuk menjaga ketertiban kehidupan masyarakat.
  Diangkat seorang pemimpin yang berwibawa, kuat, dan disegani untuk mengatur para anggotanya.
  Mereka hidup bergotong royong, sehingga mereka saling melengkapi, saling membantu, dan saling berinteraksi dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya.

b)     Kehidupan  Ekonomi
  Mereka telah mengenal sistem barter, dimana terjadi pertukaran barang dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup mereka. Sistem barter merupakan langkah awal bagi munculnya sistem perdagangan/ sistem ekonomi dalam masyarakat.
  Hubungan antar anggota masyarakat semakin erat baik itu di lingkungan daerah tersebut maupun di luar daerah
Sistem perdagangan semakin berkembang seiring dengan semakin berkembangnya kehidupan masyarakat.
Untuk memperlancar diperlukan suatu tempat khusus bagi pertemuan antara pedagang dan pembeli yang pada perkembangannya disebut dengan pasar. Melalui pasar masyarakat dapat memenuhi sebuah kebutuhan hidupnya.

c)      Kehidupan Budaya
   Kebudayaan semakin berkembang pesat, manusia telah dapat mengembangkan dirinya untuk menciptakan kebudayaan yang lebih baik
Peninggalan kebudayaan manusia pada masa bercocok tanam semakin banyak dan beragam, baik yang terbuat dari tanah liat, batu maupun tulang
   Hasil kebudayaan pada masa bercocok tanam:
Beliung Persegi, Kapak Lonjong, Mata panah, Gerabah, Perhiasan, Bangunan Megalitikum seperti menhir, dolmen, sarkofagus, kubur batu, punden berundak, waruga, arca.

d)     Kepercayaan
   Pada masa ini kepercayaan masyarakat semakin bertambah, bahkan masyarakat juga mempunyai konsep tentang apa yang terjadi dengan seseorang yang telah meninggal
   Inti kepercayaannya, yaitu penghormatan dan pemujaan kepada roh nenek moyang sebagai suatu kepercayaan yang berkembang di seluruh dunia.
  Di Indonesia, kepercayaan dan pemujaan terhadap roh nenek moyang terlihat melalui peninggalan berupa tugu-tugu batu/ bangunan megalitikum yang letaknya di puncak bukit, di lereng gunung/ tempat yang lebih tinggi dari daratan sekitarnya. Hal ini muncul dari anggapan masyarakat bahwa roh-roh tersebut berada pada suatu tempat yang lebih tinggi. Terdapat peninggalan yang berhubungan dengan kepercayaan, yaitu terdapat kebudayaan batu besar seperti menhir, dolmen, sarkofagus, waruga, arca, serta punden berundak
   Kepercayaan masyarakat pada masa ini diwujudkan dalam berbagai upacara tradisi Megalitikum/upacara-upacara keagamaan, persembahan kepada dewa dan upacara penguburan mayat yang dibekali dengan benda milik pribadi ke kuburnya.
   Terdapat kepala suku yang memiliki kekuasaan dan tanggungjawab penuh terhadap kelompok sukunya. Seorang kepala suku dapat mengatur dan melindungi kelompok sukunya dari segala bentuk ancaman seperti, ancaman dari binatang buas, ancaman dari kelompok lainnya, ancaman dari wabah penyakit. Roh nenek moyang selau mengawasi kelompok masyarakatnya. Kepala suku berhak mengambil keputusan apapun.
   Wujud kepercayaan pada masa ini tampak dengan telah dihasilkan bangunan megalit, seperti menhir, dolmen, keranda, kubur batu, dll. Adanya bangunan megalit menunjukkan bahwa pemujaan roh nenek moyang mempunyai tempat penting dalam kehidupan rohani pada masa itu. Pada masa itu telah ada pula upacara yang berkaitan erat dengan kepercayaan atau agama.

e)   Teknologi
Pada masa bercocok tanam, kebudayaan orang-orang purba mengalami perkembangan yang luar biasa. Pada masa ini terjadi revolusi secara besar-besaran dalam peradaban manusia yaitu dari kehidupan food gathering menjadi food producing. Sehingga terjadi perubahan yang sangat mendalam dan meluas dalam seluruh penghidupan umat manusia.


3.     MASA PERTANIAN
Ketika ditemukan tanaman padi maka sistem pertanian menjadi semakin meningkat dan berkembang menjadi sistem persawahan. Mereka juga mulai memelihara binatang ternak untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
a)     Kehidupan Sosial
v     Bertani adalah mata pencahariannya. Mulai membudidayaakan tanaman dan hewan peliharaan tertentu seperti membudidayakan tanaman padi dan memelihara kerbau sebagai hewan ternak
v     Mereka sudah berladang/ bersawah, dalam bekerja mereka melakukan secara bersama-bersama/ secara gotong-royong. Dengan alat pendukung kapak perunggu yang berfungsi sebagai pacul.
v     Untuk mengisi waktu menunggu musim panen tiba mereka membuat anyaman dari bambu/ rotan
v     Mendiami tempat-tempat kecil dengan tujuan untuk menghindari serangan binatang buas
v     Mulai mendirikan rumah sebagai tempat berteduh dengan cara bergotong-royong yang disertai dengan upacara tradisional. Mulai menetap dalam waktu yang cukup lama. Mereka sudah mengenal pertukangan dengan alat pendukung berupa kapak beliung yang berfungsi sebagai alat pemotong kayu. Dengan alat-alat tersebut digunakan untuk mendirikan rumah dengan cara gotong-royong pula.
v     Muncul ikatan sosial antara masyarakat dan keluarga
v     Muncul struktur kepemimpinan di kampung
v     Mulai digunakan bahasa sebagai alat komunikasi          
v     Mereka telah memiliki aturan dalam kehidupan masyarakat guna ketertiban dan rapinya kerjasama dengan cara pembagian kerja
v     Mereka memiliki kebiasaan untuk menyelenggarakan upacara secara tertur yang melibatkan orang lain.

b)     Kehidupan Ekonomi
§   Memiliki tingkat kemakmuran yang tinggi, diketahui dari perkembangan teknik pertanian
§   Muncul kegiatan ekonomi dengan sistem barter
§   Masyarakat sudah mengenal kegiatan ekonomi sebab pada masa itu sudah ada semacam tempat produksi alat-alat seperti kapak batu. Hal ini diketahui dari adanya penemuan bilah-bilah batu yang belum di asah halus dalam jumlah besar di suatu tempat yang diperkirakan sebagai tempat bahan kapak batu. Selain itu ditemukan pula kapak-kapak yang sudah jadi.
§   Jika ada tempat untuk memproduksi berarti pada waktu itu telah ada konsumen yang membeli. Selain itu ditemukan kulit-kulit kerang yang diprediksikan sebagai alat penukar (mata uang).

c)   Kehidupan Budaya
Ø      Mereka sudah menetap, dan tinggal di rumah-rumah, membentuk perkampungan dan hidup sebagai petani.
Ø      Mereka telah mengenal musim sehingga dapat dipastikan mereka telah menguasai ilmu perbintangan (ilmu falak).
Ø      Mereka telah menggunakan alat-alat kehidupan yang halus seperti kapak persegi, dan kapak lonjong, selain itu juga menggunakan kapak perunggu, nekara, gerabah serta benda-benda megalitik.
Ø      Alat-alat yang dibuat dari batu, seperti kapak batu halus dengan beragai ukuran kapak batu dengan ukuran kecil yang indah digunakan sebagai mas kawin, alat penukar, atau alat upacara.
Ø      Kapak-kapak dari logam berupa perunggu memunculkan budaya megalitik berupa menhir, dolmen, punden berundak, pandhusa, dll.
Ø      Alat-alat yang dibuat dari tanah liat sangat berhubungan erat dengan adanya proses kimia, yaitu proses pencampuran tanah liat, penjemuran, dan teknik-teknik pembakarannya. Gerabah sudah dibuat dengan warna-warni dan dengan hiasan yang beraneka ragam. Seperti hiasan dari anyaman kain yang menunjukkan bahwa nenek moyang kita sudah mengenal tulisan.

4.  MASA PERUNDAGIAN
a)     Kehidupan Sosial
ü      Jumlah penduduk semakin bertambah. Kepadatan penduduk bertambah, pertanian dan peternakan semakin maju, mereka memiliki pengalaman dalam bertani dan berternak mereka mengenal cara bercocok tanam yang sederhana.
ü      Mereka memiliki pengetahuan tentang gejala alam dan musim, mereka mulai dapat memperkirakan peristiwa alam dan memperhitungkan musim tanam dan musim panen.
ü      Dengan diterapkan sistem persawahan maka pembagian waktu dan kerja semakin diketatkan.
ü      Dalam masyarakat muncul golongan undagi, mereka merupakan golongan yang terampil untuk melakukan perkerjaan seperti pembuatan rumah kayu, gerobak, maupun benda logam. Pertanian tetap menjadi usaha utama masyarakat.
ü      Dari segi sosial, kehidupan masyarakat zaman ini semakin teratur. Contohnya : ada pembagian kerja yang baik berdasarkan kemampuan yang dimiliki masing-masing individu.
ü      Pembagian kerja semakin komplek dimana perempuan tidak hanya bekerja di rumah tetapi juga berdagang di pasar.

b)  Kehidupan Ekonomi
ü      Dari segi ekonomi, pada masa ini telah terjadi perdagangan dengan cara tukar menukar/ barter dimana perdagangan tersebut dilakukan dengan menggunakan perahu bercadik. Perdagangan tersebut berlangsung di kawasan Asia Tenggara bahkan sampai ke India. Hal ini terbukti dengan masuknya pengaruh India ke Indonesia.

c)   Kehidupan Budaya
ü      Masyarakat zaman ini telah menunjukkan tingkat budaya yang tinggi terlihat dari berbagai bentuk benda seni dan upacara yang ditemukan menunjukkan keterampilan masyarakat perundagian yang tinggi
ü      Zaman ini ditandai dengan pesatnya kemampuan membuat alat-alat akibat perkembangan teknologi. Mereka menemukan teknologi peleburan biji logam. Oleh karena itu, semakin banyak manusia yang menggunakan logam untuk memenuhi perkakas hidupnya.
ü      Pada zaman perunggu, orang dapat memperoleh jenis logam yang lebih keras daripada tembaga, sebab perunggu merupakan logam campuran dari tembaga dan timah. Sehingga dapat dikatakan bahwa kebudayaan manusia pada zaman ini jauh lebih tinggi. Terbukti masyarakatnya sudah mengenal teknologi peleburan dan pencampuran logam.
ü      Pada zaman besi, manusia telah menemukan logam yang jauh lebih keras lagi dimana harus dileburkan pada titik lebur yang cukup tinggi. Sehingga alat-alat pada zaman ini telah lebih sempurna daripada sebelumnya. Kemampuan membuat benda-benada jauh lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan masa sebelumnya. Teknologi peleburan logam yang digunakan adalah dengan sistem pemanasan, pencetakan logam, pencampuran logam dan penempaan logam.
ü      Pada zaman Perundagian peralatan gerabah masih ditemukan dengan teknologi yang semakin maju. Hal ini menunjukkan bahwa peranan alat-alat dari gerabah tersebut tidak dapat digantikan dengan mudah oleh alat-alat dari dari logam.

d)  Kepercayaan
ü      Keberhasilan segala usaha dianggap tergantung pada kekuatan supranatural oleh karena itu setiap usaha harus dimulai dengan upacara khusus untuk mendapatkan restu dari nenek moyang.
ü      Dalam seni lukisan semakin menggambarkan kehidupan beragama yang menetap. Lukisan tersebut dimaksudkan untuk memuja roh nenek moyang. Kepercayaan terhadap roh nenek moyang tersebut disertai dengan upacara-upacara tertentu. Pada masa ini golongan ulama memiliki kedudukan yang penting dalam masyarakat, sebab mereka adalah orang yang menghubungkan antara dunia dengan kekeuatan gaib

e) Teknologi
  Teknologi dapat dilihat dari pembuatan alat-alat pada masa itu. Terlebih lagi teknologi tersebut terlihat pada masa penggunaan alat-alat dari logam. Hal ini disebabkan karena teknik yang digunakan untuk membuat alat-alat dari logam tersebut diadopsi dari teknik membuat logam di daratan Cina.
  Logam digunakan sebab penggunaan alat bercocok tanam dari logam lebih efisien selain itu memiliki nilai artistik yang lebih tinggi jika dibandingkan alat-alat dari batu.
  Zaman logam disebut juga zaman perundagian dimana masyarakat telah mampu membuat peralatan dengan teknologi sederhana dengan bahan baku logam.
  Teknik yang digunakan pada masa itu adalah teknik a cire perdue. Caranya sebagai berikut :
1.      Benda yang hendak dibuat, terlebih dulu dibuat dari lilin lengkap dengan segala bagiannya.
2.      Model lilin tersebut kemudian ditutup dengan tanah
3.      Dengan cara dipanaskan maka tanah tersebut akan menjadi keras, sedangkan lilinnya akan cair dan mengalir keluar dari lubang yang ada dalam selubung
4.      Jika lilin telah habis maka logam cair dapat dituang ke tempat lilin tadi
5.      Setelah dingin, selubung tanah dipecah dan jadilah benda yang kita kehendakai yang terbuat dari logam.


di kutip dari http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=7363209359456932043